Senin, 29 April 2013

leyeh leyeh to Bali part 1

kemaren tanggal 28 maret kemaren gue berangkat ke Bali...

ke Bali kali ini spesial, soalnya sendirian, dan yang paling penting adalah perginya pake uang sendiriiiiiiiiii, ga minta sama bapak ibu, asiiikkkkkk.....

tanggal 28 maret berangkat jam setengah 6 sore dari jakarta, trus melayang sekitar 1,5 jam di udara, akhirnya sampe juga di Bali, tapi di Bali gue ga murni sendirian, ada temen disana yang baik hati yang rela ngajak gue jalan-jalan muterin bali selama 4D3N. jadi buat penginapan free doooong...

sampe di ngurah rai kita ngubek-ngubek parkiran dulu cari mobil ocin trus rute perjalanan di lanjut ke tempat beli sovenir, soalnya kata ocin biar ga mengganggu liburan jadi sebelum mulai liburan beli dulu aja sovenirnya. oke setelah dapet dua kantong full kita balik dan makan di "nasi pedas ibu andika"

kata ocin nasi pedas ini legendaris banget, karena kita datengnya malem jadi beberapa menunya banyak yang udah abis...hehehehe....tapi recommend deh nasi pedas ibu andika ini dan ga terlalu mahal less than 20.000 rupiah/porsi...dan enak pas buat yang suka pedas...

habis makan kita langsung pulang dan ketemu sama mama ocin dan keponakan2nya ocin yang lucu-lucu, lanjut mandi dan terus tidurr. oiya sebelum tidur berdoa duluu

"ya allah, makaciii yaaa udah ajak nabilahhh(gue) ke bali, akuhh bisa sampe sini dengan selamat, makaciii yaaa ya allah, kacihh kita kesehatan terus sama rejeki yang berlimpah ruah biar kita bisa jalan-jalan besok"

okeee maksa imut itu berdoanya, hahahaha, dan lanjut tidurrrrrrrr

nama temen gue ini ocin, ini foto ociiin :

Ocin (left) winda (right)


Rabu, 03 April 2013

Gurihnya Singkong Keju dari Salatiga

SALATIGA - Beberapa hari yang lalu, penulis mendapatkan oleh-oleh dari tante penulis yang tinggal di Ungaran. Oleh-oleh kali ini merupakan kuliner yang cukup unik dan belum pernah penulis jumpai sebelumnya. Awalnya penulis menganggap bahwa kuliner ini sebagai kuliner yang biasa saja, yaitu singkong (ketela pohon). Namun jika dilihat dari kemasannya, kuliner singkong ini tampilannya cukup mewah. Karena dibungkus dengan kemasan plastik yang cukup rapih dan higienis.

Dari nama yang tertera dikemasan tersebut, namanya adalah singkong keju. Dengan merek dagang Singkong Keju D-9, diproduksi di Salatiga, Jawa Tengah. Dari petunjuk cara pengolahan kuliner ini, disebutkan bahwa singkong keju ini dapat dihidangkan dengan cara dikukus, digoreng atau dioven. Jadi ternyata kuliner ini masih mentah dan harus diolah dahulu sebelum dapat disantap.


Penulis mencoba menyajikan singkong keju ini dengan cara dikukus. Setelah dikukus sekitar 5 menit, maka Singkong Keju ini sudah siap dinikmati. Penulis langsung mencoba mencicipi singkong keju ini selagi panas. Rupanya singkong keju ini terasa cukup nikmat dan gurih. Tanpa terasa beberapa potong singkong keju ini telah habis disantap. Walaupun hanya berupa singkong yang dikukus, tapi rasanya cukup lezat, ada rasa asin, manis dan aroma kejunya. Penulis merekomendasikan bahwa kuliner singkong keju ini layak untuk dicoba.

Menurut tante penulis, singkong keju ini dia peroleh di Perumahan Sebantengan, Ungaran dan untuk memperolehnya, harus pesan terlebih dahulu. Harga sebungkus singkong keju ini dijual seharga Rp 8.500.

Penasaran dengan kuliner yang satu ini, penulis mencoba mencari informasinya di internet, dan diperoleh di salah satu blog yang tertera alamat produsen singkong ini adalah Jl. Argowiyoto 8A, Ngalik, ABC, Salatiga. Nomor telepon +62 0298 327560 dan 0857 40014832.

Penilaian: Kuliner ini sederhana (mencerminkan makanan rakyat Indonesia) namun cukup higienis dan kelezatannya mendapatkan nilai 80.